Jumat, 03 Juni 2011

PENGORGANISASIAN



PENGORGANISASIAN

Definisi Pengorganisasian

Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Pengorganisasian yang sesuai dengan sumber daya akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari penggunaannya.

Henry Fayol mengemukakan enam belas garis pedoman umum ketika mengorganisasi sumber daya-sumber daya :
  1. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana
  2. Mengorganisasi aset kemanusiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan-tujuan sumber daya
  3. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, energik
  4. Mengkoordinasikan semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha
  5. Merumuskan keputusan yang jelas dan tepat
  6. Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh seorang manajer
  7. Mendefinisikan tugas-tugas
  8. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab
  9. Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan
    10.  Memberikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan
    11.  Mempertahankan disiplin
    12.  Menjamin bahwa kepentingan individu konsisten dengan kepentingan umum dari organisasi
   13.  Mengakui adanya satu komando/pimpinan
   14.  Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan
   15.  Melembagakan dan memberlakukan pengawasan
   16.  Menghindari adanya pengaturan, birokrasi dan kertas kerja

Arti Penting Pengorganisasian
Pengorganisasian menciptakan dan mempertahankan hubungan antara semua sumber daya organisasi dengan menunjukkan sumber daya mana yang akan digunakan untuk aktivitas tertentu dan kapan, dimana serta bagaimana sumber daya tersebut digunakan

Tiga tanggung jawab difungsikannya departemen pengorganisasian :
  1. Pengembangan rencana-rencana reorganisasi yang akan membuat sistem manajemen menjadi efektif dan efisien
  2. Mengembangkan rencana-rencana untuk memperbaiki keterampilan manajerial yang sesuai dengan kebutuhan sistem manajemen
  3. Mengembangkan suatu organisasi yang menguntungkan dalam sistem manajemen
Proses Pengorganisasian

Lima langkah utama dalam proses pengorganisasian :
  1. Tercermin dalam rencana-rencana dan tujuan-tujuan
  2. Menetapkan tugas-tugas pokok
  3. Membagi tugas pokok ke dalam subtugas-subtugas
  4. Alokasi sumber daya dan pengarah bagi subtugas-subtugas
  5. Mengevaluasi hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplementasikan
Teori Pengorganisasian Klasik

Teori pengorganisasian klasik adalah manajemen awal mengenai bagaimana sumber daya organisasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan organisasi
Menurut Max Weber komponen usaha dari pengorganisasian adalah prosedur-prosedur dan aturan-aturan yang mendetail, suatu hirarki organisasi yang diuraikan dengan jelas dan hubungan antara anggota-anggota organisasi yang nonperson (impersonal)

Struktur

Dua tipe dasar dari struktur yang ada dalam sistem manajemen :

1. Struktur Formal merupakan hubungan diantara sumber daya-sumber daya organisasi dan juga disajikan dengan bagan organisasi

2. Struktur Informal merupakan pola hubungan yang berkembang karena keberadaan anggota organisasi informal berkembang secara alami dan cenderung didasari oleh norma, nilai dan sosial dari individu

DEPARTEMENTALISASI DAN STRUKTUR FORMAL : PANDANGAN
KONTINGENSI

Metode pembentukan hubungan formal diantara sumber daya-sumber daya adalah dengan membentuk departemen-departemen untuk melaksanakan beberapa tugas organisasi
Departementalisasi adalah proses pembentukan departemen dalam sistem manajemen yang didasarkan pada faktor fungsi kerja yang dilaksanakan, produk yang dibuat, daerah yang dikuasai, sasaran konsumen dan proses yang dirancang untuk pembuatan produk

Fungsi
Merupakan tipe aktivitas yang sedang dilaksanakan dimana termasuk dalam pemasaran, produksi dan keuangan

Produk
Pengorganisasian menurut produk memungkinkan wirausahawan mengelompokkan secara logis sumber daya-sumber daya yang perlu untuk menghasilkan suatu produk

Wilayah
Wilayah mendepartementalisasi daerah geografis pasar dimana sistem manajemen dipusatkan, ketika pasar dan lokasi kerja meluas maka jarak fisik antar berbagai tempat membuat tugas manajemen menjadi sulit

Pelanggan
Pelanggan membentuk departemen sebagai tanggapan dari sistem manajemen, sehingga pelanggan dapat diidentifikasi menjadi kelompok-kelompok yang logis

Proses Pembuatan
Proses pembuatan menentukan departemen menurut fase pokok dari proses yang digunakan untuk pembuatan produk

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Formal
          Kekuatan pada diri wirausahawan
          Kekuatan pada tugas
          Kekuatan pada lingkungan
          Kekuatan pada bawahan

PEMBAGIAN TENAGA KERJA (DIVISION OF LABOUR)
Konsep pembagian tenaga kerja diberikan pada berbagai bagian tugas tertentu diantara sejumlah anggota organisasi sehingga produksi dibagi menjadi sejumlah langkah-langkah/tugas-tugas dengan tanggung jawab penyelesaian yang diberikan pada individu tertentu

Keuntungan dan Kerugian Pembagian Tenaga Kerja
Keuntungan :
  1. Pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu sehingga keterampilan dalam tugas tertentu meningkat
  2. Tenaga kerja tidak kehilangan waktu dari satu tugas ke tugas yang lain
  3. Pekerja memusatkan diri pada satu pekerjaan dan membuat pekerjaan lebih mudah dan efisien
  4. Pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana melaksanakan bagian tugas dan bukan proses keseluruhan produk
Kerugian :
  1. Pembagian kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi yang mengabaikan variabel manusia
  2. Kerja yang terspesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan yang akan berakibat tingkat produksi menurun
Pembagian Tenaga Kerja dan Koordinasi
Pembagian tenaga kerja dengan individu yang berbeda dalam mengerjakan tugas dikoordinasikan secara efektif sehingga manajemen dalam organisasi menjadi jelas

Mooney mendefinisikan koordinasi sebagai penyusunan secara beraturan usaha kelompok untuk memberikan kesatuan tindakan didalam mencapai tujuan bersama

RENTANG MANAJEMEN (SPAN OF MANAGEMENT)

Rentang manajemen mengarah pada jumlah individu yang diawasi oleh wirausahawan, semakin banyak individu yang diawasi semakin besar rentang manajemen dan semakin sedikit individu yang diawasi semakin sedikit rentang manajemen

Rentang Manajemen dinamakan juga :
  1. Rentang kekuasaan (span of authorithy)
  2. Rentang pengawasan (span of control)
  3. Rentang supervisi (span of supervision)
  4. Rentang tanggung jawab (span of responsibility)
Perancangan Rentang Manajemen : 

Pandangan Kontingensi
Harnold Koontz mengemukakan bahwa faktor situasi utama yang mempengaruhi kesesuaian dari ukuran rentang manajemen individual :
  1. Kesamaan fungsi dimana aktivitas dilaksanakan oleh individu yang disupervisi adalah sama atau tidak
  2. Hubungan geografis dimana bawahan secara fisik terpisahkan oleh tempat sehingga semakin dekat bawahan secara fisik maka semakin banyak individu yang dapat disupervisi oleh wirausahawan secara efektif
  3. Kompleksitas fungsi dimana aktivitas dari tenaga kerja sulit dan rumit
  4. Koordinasi menunjuk pada jumlah waktu yang harus dikeluarkan oleh wirausahawan untuk menyetarakan aktivitas-aktivitas dari bawahan dengan aktivitas pekerja yang lainnya
  5. Perencanaan menunjukkan jumlah waktu yang dikeluarkan wirausahawan untuk mengembangkan tujuan-tujuan dan rencana-rencana sistem manajemen dan mengintegrasikannya dengan aktivitas bawahan mereka
Graicunas dan Rentang Manajemen

V.A. Graicunas memberikan konstribusi terhadap rentang manajemen dimana kontribusi ini adalah pengembangan suatu rumusan untuk menentukan jumlah hubungan yang mungkin antara wirausahawan dengan bawahannya ketika jumlah bawahannya diketahui.
Rumusannya :
                    2                                                
      C = n ( --- + n -1)           
                2                                  

ket : C : jumlah total hubungan
        n : jumlah bawahan yang diketahui 

Ketinggian Bagan Organisasi

Terdapat hubungan terbatas antar rentang manajemen dengan ketinggian bagan organisasi, semakin besar ketinggian bagan organisasi kewirausahaan semakin kecil rentang manajemen dalam organisasi kewirausahaan tersebut, demikian pula sebaliknya semakin rendah maka semakin besar rentang manajemen. Bagan organisasi dengan bagan ketinggian yang rendah biasanya ditunjuk sebagai datar (flat) dan yang besar ditunjukkan sebagai tinggi (tall).

Hubungan Skalar (Scalar Relationship)

Hubungan Skalar menunjuk pada rantai komando (chain of command)
Konsep hubungan skalar atau rantai komando berhubungan dengan konsep kesatuan perintah. Konsep kesatuan perintah (unity of command) menyatakan bahwa individu hendaknya memiliki satu atasan, jika terlalu banyak atasan yang memberikan perintah dapat menimbulkan kebingungan, perintah yang bertentangan dan pekerja yang frustasi dan juga menimbulkan ketidakefisienan dan ketidakefektifan.

PENGORGANISASIAN AKTIVITAS INDIVIDU

Pertanggung Jawaban

Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melaksanakan aktivitas yang dibebankan
Tanggung jawab adalah komitmen pribadi untuk menangani suatu pekerjaan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuannya

Tiga bidang yang berhubungan dengan tanggung jawab :
  1. Pembagian aktivitas kerja
  2. Menegaskan aktivitas kerja dari manajemen
  3. Bertanggung jawab
Menegaskan Aktivitas Kerja Manajemen

Suatu proses yang digunakan untuk menegaskan aktivitas kerja manajemen ‘membuat setiap manajer secara aktif berperan serta dengan atasannya, rekan sebaya, dan bawahan pada pekerjaan manajerial yang diuraikan secara sistematis untuk dikerjakan dan kemudian menegaskan peranan yang dimainkan tiap manajer dalam hubungannya dengan kelompok kerjanya dan dengan organisasi

PENGORGANISASIAN AKTIVITAS INDIVIDU

Pertanggung Jawaban

Tanggung jawab adalah kewajiban untuk melaksanakan aktivitas yang dibebankan
Tanggung jawab adalah komitmen pribadi untuk menangani suatu pekerjaan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuannya
Tiga bidang yang berhubungan dengan tanggung jawab :
  1. Pembagian aktivitas kerja
  2. Menegaskan aktivitas kerja dari manajemen
  3. Bertanggung jawab
Menegaskan Aktivitas Kerja Manajemen

Suatu proses yang digunakan untuk menegaskan aktivitas kerja manajemen ‘membuat setiap manajer secara aktif berperan serta dengan atasannya, rekan sebaya, dan bawahan pada pekerjaan manajerial yang diuraikan secara sistematis untuk dikerjakan dan kemudian menegaskan peranan yang dimainkan tiap manajer dalam hubungannya dengan kelompok kerjanya dan dengan organisasi

Barnard menunjukkan bahwa wewenang hanya akan diterima jika :
  1. Individu bisa mengerti perintah yang dikomunikasikan
  2. Individu percaya perintah itu konsisten untuk tujuan organisasi
  3. Individu melihat perintah itu sesuai kepentingan pribadinya
  4. Individu secara fisik dan mental mampu menyesuaikan diri dengan perintah tersebut.
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang jika :
  1. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi
  2. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah
  3. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung
  4. Rantai komando yang lengkap
  5. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai
  6. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional
  7. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer
Jenis-Jenis Wewenang
  1. Wewenang Lini
  2. Wewenang Staf
  3. Wewenang Fungsional
Delegasi

Terdapat tiga langkah dalam proses pendelegasian :
  1. Membebankan semua kewajiban tertentu pada individu
  2. Proses pendelegasian melibatkan pemberian wewenang yang semestinya kepada bawahan
  3. Penciptaan kewajiban pada bawahan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankan
Kendala bagi proses pendelegasian
  1. Kendala yang berhubungan dengan penyelia
  2. Kendala yang berhubungan dengan bawahan
  3. Kendala yang berhubungan dengan organisasi
Sentralisasi dan Desentralisasi

Istilah sentralisasi dan desentralisasi menguraikan tingkatan umum dimana pendelegasian ada dalam suatu organisasi. Istilah tersebut bisa divisualisasikan pada ujung yang berlawanan dari rangkaian kesatuan (continuum).
Desentralisasi Organisasi : Pandangan Kontingensi
Beberapa pertanyaan yang mungkin timbul untuk menentukan jumlah desentralisasi yang sesuai untuk situasi :
  1. Berapa ukuran organisasi sekarang ini?
  2. Dimanakah letak pelanggan organisasi bertempat?
  3. Seberapa homogennya lini produk dari organisasi?
  4. Dimanakah letak pensuplai organisasional?
  5. Apakah terdapat kebutuhan bagi suatu keputusan yang cepat dalam organisasi?
  6. Apakah kreativitas adalah ciri yang menguntungkan dari organisasi?
PENGEMBANGAN ORGANISASI

Tujuan Organisasi
  1. Keuntungan adalah kekuatan motivasi bagi wiraswastawan
  2. Pelayanan pada pelanggan dengan penyediaan nilai ekonomis yang dibutuhkan (barang dan jasa) membenarkan keberadaan organisasi bisnis
  3. Tanggung jawab sosial bagi wiraswastawan sesuai dengan kode etik dan moral yang dibuat oleh masyarakat dimana industri tersebut berada
Arti Penting Tujuan Organisasi
  1. Pembuatan keputusan
  2. Efisiensi organisasi
  3. Konsistensi organisasi
  4. Evaluasi kerja
Bidang-Bidang Tujuan Organisasi
  1. Kedudukan pasar
  2. Inovasi
  3. Produktivitas
  4. Sumber daya fisik dan finansial
  5. Perolehan laba
      6.  Kinerja dan perkembangan manajer
  1. Kinerja dan sikap karyawan
  2. Tanggung jawab kemasyarakatan
Garis Pedoman Penetapan Tujuan Berkualitas
  1. Wiraswastawan harus membiarkan orang-orang yang bertanggung jawab mencapai tujuan mempunyai suara untuk menetapkannya
  2. Wiraswastawan harus menyatakan tujuan sespesifik mungkin
  3. Wiraswastawan harus menghubungkan tujuan dengan tindakan tertentu jika perlu
  4. Wiraswastawan harus mengemukakan tujuan yang diinginkannya
  5. Wiraswastawan hendaknya menspesifikasi ketika tujuan diharapkan tercapai
  6. Wiraswastawan harus menetapkan tujuan hanya dalam hubungannya dengan tujuan organisasi lainnya
  7. Wiraswastawan hendaknya menyatakan tujuan dengan jelas dan sederhana
  8. Wiraswastawan hendaknya menetapkan tujuan cukup tinggi sehingga karyawan akan bekerja keras untuk memenuhinya, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga karyawan akan menyerah didalam memenuhinya
Perubahan Organisasi

Adalah proses modifikasi organisasi yang ada dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas sampai sejauh mana organisasi tersebut mencapai tujuan-tujuannya, dengan melibatkan segmen organisasi yang sebenarnya dan biasanya termasuk perubahan lini wewenang organisasi, berbagai tingkatan tanggung jawab dalam organisasi dan lini komunikasi organisasi yang sudah mapan

Faktor-faktor pertimbangan dalam perubahan organisasi :
  1. agen-agen perubahan
  2. Penentuan apa yang hendak diubah
  3. Evaluasi perubahan
  4. Individu-individu yang dipengaruhi oleh perubahan
  5. Tipe perubahan yang dibuat (perubahan orang-orang, perubahan struktural atau perubahan teknologi)
 Perubahan Struktural

Adalah proses modifikasi organisasi yang menekankan pada peningkatan efektivitas organisasi dengan pengendalian perubahan yang mempengaruhi anggota organisasi selama pekerjaan kerja mereka

Bentuk-bentuk modifikasi dalam perubahan struktural :
  1. Menjelaskan dan mendefinisikan jabatan
  2. Modifikasi struktur organisasi agar sesuai dengan kebutuhan komunikasi organisasi
  3. Mendesentralisasikan organisasi untuk mengurangi biaya koordinasi, meningkatkan pengendalian subunit, meningkatkan motivasi dan mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar



Sumber : http://ashur.staff.gunadarma.ac.id

Rabu, 18 Mei 2011

Tugas Kewirausahaan

1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan, berasal dari bahasa apakah? Sebutkan pula artinya?
Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Berbeda dengan Cantillon, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.


2. Apa yang dimaksud dengan wirausahawan, dan sebutkan tiga jenis perilakunya?
Wirausahawan (Inggris : Entrepreneur) adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Tiga jenis perilaku :
• Memulai inisiatif
• Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis
• Diterimanya resiko dan kegagalan



3. Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Apa yang menjadi kunci penting seorang wirausahawan? Sebutkan Karakteristiknya menurut Mc Clelland dan karakteristiknya yang sukses dengan n Ach tinggi.
• Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang

- Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi
• Kemampuan inovatif
• Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
• Keinginan untuk berprestasi
• Kemampuan perencanaan realistis
• Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
• Obyektivitas
• Tanggung jawab pribadi
• Kemampuan beradaptasi
• Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrato


4. Sebutkan tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, dan berikanlah contoh masing-masing.
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut McClelland yaitu:

1. Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi , karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan.
2. kebutuhan untuk berafiliasi (n Afil)
Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.

3. kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.


5. Sebutkanlah sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.
 Kebutuhan akan sumber penemuan
 Hobi atau kesenangan pribadi
 Mengamati kecenderungan-kecenderungan
 Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
 Mengapa tidak terdapat ?
 Kegunaan lain dari barang-barang biasa
 Pemanfaat produk dari perusahaan lain



6. Sebutkan unsur-unsur analisa pulang pokok.
Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok
Analisa pulang pokok umumnya tercliri dari refleksi, pembahasan,
pertimbangan dan pembuatiln keputusan relatif terhadap tuiuh unsur
pokok:
a. Biaya Tetap : pengeluaran yang dikeluarkan tanpa meiihat jumlah
produk yang dihasilkan
b. Biayav ariabel : pengeluarany ang berfluktuasid engani umlah produk
yang dihasilkan
c. Biaya Total: jumlah total biaya tetap darr biaya variabei yqng
berkaitan dengan produksi.
d. Pendapatan Total : semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi
dari penjualan produk
e. Keuntungan : jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari
produksi barang yang dijual
f. Kerugian : iumlah biaya total produksi barang yang metebihi
pendapatan total yang diperoleh dari per{ualan barang tersebut
g. Titik Pulang Pokok : penclapatan total sama dengan biaya totalnya,
artinya perusahaan hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup
untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak untung tidak rugi.

7. Apa yang dimaksud dengan waralaba (franchising). Sebutkan pula jenis-jenisnya.
Waralaba (Inggris: Franchising;Prancis: Franchise) untuk kejujuran atau kebebasan) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa
Jenis-jenis Waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
• Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
• Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.


8. Apa yang dimaksud dengan pemasaran langsung dan sebutkan teknik alternatifnya.
Pemasaran langsung adalah bentuk promosi dengan cara memasarkan barang/jasa secara langsung agar mendapat tanggapan secara langsung juga dari para konsumen. Pemasaran langsung tidak harus bertatap muka secara langsung tetapi pemasaranya ditujukan secara langsung kepada seseorang.
 Teknik alternatif pemasaran langsung :
1. Periklanan terklasifikasi
2. Periklanan display
3. Kiriman pos langsung
4. Katalog penjualan
5. Pemasaran tanggapan langsung media



9. Sebutkan dan jelaskan pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan.
Bentuk kepemilikan perusahaan :
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
Ada perjanjian tertulis
Dimiliki 2 orang atau lebih
Umur perusahaan terbatas
Pemilikan bersama atas harta
Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba
c. Perusahaan Perseroaan
Perusahaan dengan badan hukum
Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang
dimiliki
Pemilikan dapat berpindah tangan
Eksitensi relatif lebih stabil/permanen


10. Sebutkan tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha.
• Tiga alternatif berakhirnya usaha :
a. Likuidasi
b. Reorganisasi
c. Perpanjangan waktu pembayaran

Senin, 10 Januari 2011

Perbedaan SQL PLUS dan PLSQL

Perbedaan SQL PLUS dengan PLSQL dan Keuntungannya
SQL PLUS

SQL Plus adalah oracles utilitas baris perintah program yang dapat menjalankan sql dan perintah interaktif atau dari skrip.
SQL *PLUS dipergunakan untuk mengakses Oracle Database Server. Untuk mengakses server dibuat sebuah service yang mengarahkan client ke server terlebih dahulu (Database Alias). Tahapan untuk membuat service tersebut

SQL Plus beroperasi sebagai alat yang relatif sederhana dengan antarmuka baris perintah dasar. Programmer dan DBA umumnya menggunakannya sebagai default antarmuka mendasar tersedia di hampir semua instalasi perangkat lunak Oracle.

keuntungan SQL plus
-menerima tambahan masukan perintah
-menerima input SQL dari file file
-tersedia line ditor untuk memidifikasi perintah SQL
-terdapat seting untuk penanganan yang berhubungan dengan lingkungan
-hasil query d buat dalam sebuah laporn standart
-mengakses data base secara lokal dan remote

SQL * Plus memahami tiga kategori teks:
1. SQL Laporan
2. PL / SQL blok
3. SQL * Plus internal perintah, misalnya:
1. lingkungan kontrol perintah seperti SET
2. pemantauan lingkungan seperti perintah SHOW
Script dapat mencakup semua komponen.
Seorang programmer Oracle dalam lingkungan perangkat lunak tepat-dikonfigurasi bisa meluncurkan SQL * Plus, misalnya, dengan memasukkan:
sqlplus scott/tiger
Di mana pengguna Oracle scott memiliki password tiger . SQL * Plus kemudian menyajikan sebuah prompt dengan bentuk standar dari:
SQL> SQL>
Menggunakan Interaktif kemudian dapat mulai dengan memasukkan pernyataan SQL (diakhiri dengan titik koma), sebuah PL / SQL block, atau perintah lain. Sebagai contoh:
SQL> select 'Hello world' as example from dual; SQL> pilih 'Halo dunia' sebagai contoh dari dual;
Versi pertama dari SQL * Plus disebut UFI ("User Friendly Interface"). UFI muncul dalam database Oracle rilis hingga Versi 4. Setelah Oracle programmer telah menambahkan fitur baru untuk UFI, namanya menjadi Advanced UFI. Nama "Advanced UFI" diubah menjadi "SQL * Plus" sebelum rilis versi ini. Pada tahun 2010 produk terus menanggung nama SQL * Plus.

penggunaan
Antarmuka grafis dari Oracle atau pihak ketiga telah mengurangi proporsi akhir database Oracle-pengguna yang tergantung pada lingkungan SQL * Plus. Oracle toko-toko biasanya terus menggunakan SQL * Plus untuk batch script memperbarui atau laporan sederhana.
pembungkus Oracle Corporation / gui-perolehan atau penilaian / pengganti untuk SQL * Plus termasuk:
• Oracle SQL * Plus Worksheet, komponen OEM
• iSQL * Plus atau iSQLPlus, sebuah utilitas berbasis web
• komponen dari orecles sql developer
• SQL Workshop (bagian dari oracle application express


PLSQL

PL/SQL (Procedural Language/Structured Query Language) merupakan
pengembagan SQL oleh Oracle. Prasyarat mempelajari PL/SQL adalah paling tidak
mengetahui dasar-dasar SQL. Sebagai awalan belajar PLSQL, mari kita lihat contoh
kasus dan contoh blok PL/SQL berikut ini.
PL / SQL adalah salah satu dari tiga bahasa pemrograman kunci tertanam dalam Database Oracle, MOD_PLSQL Oracle HTTP Server (Apache) modul extension, bersama dengan SQL itu sendiri dan Jawa.

PL / SQL program unit (dasarnya kontainer code) dapat dikompilasi ke database Oracle. Pemrogram sehingga dapat menanamkan PL / SQL unit fungsionalitas ke dalam database secara langsung. Mereka juga dapat menulis skrip yang berisi PL / SQL program unit yang dapat membaca ke database menggunakan Oracle .Setelah unit program telah disimpan ke dalam database, mereka menjadi tersedia untuk eksekusi di lain waktu.

Keuntungan Penggunaan PL/SQL
– Memungkinkan Aplikasi dan Oracle Server menggunakan Library yang dapat digunakan bersama-sama dalam bentuk stored procedure
– Peningkatan Kinerja
– Penggunaan PL/SQL, memungkinkan pengiriman perintah secara blok dalam satu perintah yang secara drastis dapat menurunkan trafik jaringan
– Modular. Bentuk modular memungkinkan banyak kemudahan yang dapat diperoleh
– Portable. PL/SQL adalah sarana yang asli dimiliki oleh Oracle Server, artinya, program PL/SQL dapat dengan mudah dipindahkan dari satu Oracle Server ke Oracle Server lainnya, meskipun dengan OS atau platform yang berbeda.
– Dapat mendeklarasikan Variable
– Dapat berupa Variable, Constant, Cursor dan Exception
– Penggunaan variable/identifier sangat memudahkan dalam membuat suatu perintah. Misalkan untuk membaca hasil suatu perintah SELECT untuk diproses dan hasilnya digunakan untuk melakukan proses lainnya
– Dapat menggunakan Struktur Kontrol :LOOP, FOR, WHILE
– Dapat menangani Error
– Error bisa dihasilkan/dibangkitkan oleh Oracle
– Server atau bisa dibangkitkan sendiri dengan sengaja
– Untuk mengantisipasi berbagai hal yang barangkali sulit untuk ditangani secara langsung menggunakan kontrol program


SQL PLUS dan PLSQL

• PL/SQL (Procedural Language/Structure Query Language)
– Adalah suatu blok yang berisi skrip-skrip bahasa prosedural.
• PL/SQL merupakan bahasa pemrograman prosedural
• PL/SQL dapat meningkatkan kinerja database
Tipe Data dasar :
• Numerik
– NUMBER, BINARY_INTEGER, DEC, DOUBLE PRECISION, INTEGER, INT, NUMERIC, REAL, SMALLINT
• Karakter
– VARCHAR2, CHAR, LONG
• DATE
• BOOLEAN
• ROWID

Tipe Data tambahan :
• RECORD
• ARRAY
VARIABLE
• Adalah sebuah peubah yang digunakan untuk menampung sebuah nilai di memori komputer.
CONTOH VARIABLE
DECLARE
X integer;
Alamat varchar2(40);
No_induk char(8);
.....
BEGIN
X := 12;
Alamat := ‘Gelatik Dalam 391, Bandung’;
No_induk := ‘DOG29549’;
END;
KONSTANTA
• Digunakan untuk menyimpan sebuah nilai di memori komputer.
• Nilai yang disimpan bersifat tetap (konstan)

Contoh :
DECLARE
pi CONSTANT real := 3.14;
lebar CONSTANT integer := 100;
KOMENTAR
• Digunakan untuk memudahkan proses maintenance
• Jenis komentar :
– /* ... */ : untuk beberapa baris komentar
– -- ... : untuk satu bari komentar

Contoh :
/* Ini adalah komentar Oracle */
-- Ini juga komentar Oracle

STRUKTUR BLOK
• Terdapat tiga bagian :
• Bagian pendeklarasian tipe data (opsional)
– Bagian penulisan perintah
– Bagian eksepsi (opsional)
BENTUK UMUM
DECLARE
variabel tipe_data;
konstanta CONSTANT tipe_data := nilai;
...
BEGIN
statement_1;
statement_2;
...
EXCEPTION
WHEN nama_eksepsi THEN statement_untuk_mengatasi_error;
...
END;
CONTOH PALING SEDERHANA
BEGIN
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE(‘Belajar Oracle’);
END;

Catatan:
Untuk melihat hasil, setting terlebih dahulu variabel sistem SERVEROUTPUT dengan menuliskan :
SET SERVEROUTPUT ON
CONTOH DENGAN EKSPESI
SET SERVEROUTPUT ON
DECLARE
X Integer;
BEGIN
X := ‘Belajar Oracle’;
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE( TO_CHAR(X) );
EXCEPTION
WHEN VALUE_ERROR THEN
DBMS_OUTPUT.PUT_LINE (‘Kesalahan pada pengisisan
nilai’);
END;

Relationship Type

Menyatakan hubungan antar attribute sehingga terjadi pemetaan
MAHASISWA------------------MAKAN--------------------JERUK
Hasil Dari Relasi :
 Satu Mahasiswa bisa makan satu Jambu.
• Satu Jambu bisa dimakan oleh satu Mahasiswa.
 Satu Mahasiswa makan banyak Jambu.
• Banyak Jambu dimakan oleh satu Mahasiswa.
 Banyak Mahasiswa makan banyak Jambu.
• Banyak Jambu dimakan oleh banyak Mahasiswa

Minggu, 09 Januari 2011

Basis Data


Basis data adalah kumpulan data yang dapat digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.


1.      Model Data

Data yang disimpan menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi. Model data, adalah himpunan deskripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Beberapa manajemen basis data didasarkan pada model data relasional, model data hirarkis, atau model data jaringan.

·         Model data Hirarkis

Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua anak, Setiap simpul menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orangtua. Setiap orangtua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak memiliki satu orangtua. Simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orangtua disebut anak. Simpul orangtua yang tidak memiliki orangtua disebut akar. Simpul yang tidak mempunyai anak disebut daun. Adapun hubungan antara anak dan orangtua disebut cabang.

·         Model Data Jaringan

Model jaringan distandarisasi pada tahun 1971 oleh Data Base Task Group . Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL  (conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian dari CODASYL.

Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak  bisa memiliki lebih dari satu orangtua. Oleh karena sifatnya demikian, model ini menyatakan hubungan 1:1 ( satu orangtua punya satu anak),1:M (satu orangtua punya anak banyak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orangtua). Pada model jaringan, orangtua disebut pemilik dan anak disebut anggota.

·         Model Data Relasional

Model Relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini, Pembahasan pokok pada model ini adalah relasi, yang dimisalakan sebagai himpunan dari record. Diskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model relasional, skema untuk relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (atribut atau kolom) dan tipe dari tiap field.


2.Bahasa Basis Data

Bahasa basis data terdiri atas Data Definition Language (DDL), merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan objek – objek basis data, seperti membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
Data Manipulation Language (DML), mengacu pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.

3.Objektif Basis Data
Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut
a. Kecepatan dan kemudahan (Speed)
b. Efisiensi ruang penyimpanan (Space)
c. Keakuratan (Accuracy)
d. Ketersediaan (Avaibility)
e. Kelengkapan (Completeness)
f. Keamanan (Security)
g. Kebersamaan pemakaian (Sharability)
Basis data menyediakan fasilitas atau memudahkan dalam memproduksi informasi yang digunakan oleh pemakai untuk mendukung pengambilan keputusan. Hal inilah yang menjadikan alasan dari penggunaan tehnologi basis data pada saatsekarang (dunia bisnis).  Berikut ini contoh penggunaan Aplikasi database dalam dunia bisnis :
·         Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi perbankan
·         Bandara: Pengelolaan data reservasi, penjadualan
·         Universitas:  Pengelolaan pendaftaran, alumni
·         Penjualan: Pengelolaan data customer, produk, penjualan
·         Pabrik:  Pengelolaan data produksi, persediaan barang, pemesanan, agen
·         Kepegawaian:  Pengelolaan data karyawan, gaji, pajak
·         Telekomunikasi : Pengelolaan data tagihan, jumlah pulsa


4.Sistem Pemrosesan File

Text Box: Program Aplikasi Untuk memasukkan data nasabahCan: File 
NasabahSebelumnya, sistem yang digunakan untuk mengatasi semua permasalahan bisnis,  menggunakan pengelolaan data secara tradisional dengan cara menyimpan record-record pada file-file yang terpisah, yang disebut  juga sistem pemrosesan file. Dimana masing-masing file diperuntukkan hanya untuk satu program aplikasi saja.

Kelemahannya dari sistem pemrosesan file ini antara lain :
Ø  Timbulnya data rangkap (redundancy data ) dan Ketidakkonsistensi data (Inconsistency data).
Karena file-file dan program aplikasi disusun oleh programmer yang berbeda, sejumlah informasi mungkin memiliki dupliaksi dalam beberapa file. Sebagai contoh nama mata kuliah dan sks dari mahasiswa dapat muncul pada suatu file memiliki record-record mahasiswa dan juga pada suatu file yang terdiri dari record-record mata kuliah. Kerangkapan data seperti ini dapat menyebabkan pemborosan tempat penyimpanan dan biaya akases yang bertambah. Disamping itu dapat terjadi inkonsistensi data. Misalnya, apabila terjadi perubahan jumlah sks mata kuliah, sedangkan perubahan hanya diperbaiki pada file mata kuliah dan tidak diperbaiki pada file mahasiswa. Hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam laporan nilai mahasiswa.

Ø  Kesukaran dalam Mengakses Data
Munculnya permintaan-permintaan baru yang tidak diantisipasikan sewaktu membuat program aplikasi, sehingga tidak memungkinkan untuk pengambilan data.

Ø  Data terisolir (Isolation Data )
Karena data tersebar dalam berbagai file, dan file-file mungkin dalam format –format yang berbeda, akan sulit menuliskan program aplikasi baru untuk mengambil data yang sesuai.

Ø  Masalah Pengamanan ( Security Problem )
Tidak semua pemakai diperbolehkan mengakses seluruh data. Bagian Mahasiswa hanya boleh mengakses file mahasiswa. Bagian Mata kuliah hanya boleh mengakses file mata kuliah, tidak boleh mengakses file mahasiswa. Tetapi sejak program-program aplikasi ditambahkan secara ad-hoc maka sulit melaksanakan pengamanan seperti yang diharapkan.

Ø  Data Dependence
Apabila terjadi perubahan atau kesalahan pada program aplikasi maka pemakai tidak dapat mengakses data. 

5.Sistem Database
Seiring dengan berjalannya waktu lambat laun sistem pemrosesan file mulai ditinggalkan karena masih bersifat manual, yang kemudian dikembangkanlah sistem pemrosesan dengan pendekatan database.

Customer service à  (program aplikasi untuk memasukan data nasabah) à DBMS à Database Bank.

                              à (program aplikasi untuk mendebet / mengkredit rekening)
Text Box: Program Aplikasi Untuk Mendebet / Mengkredit rekening
Nasabah   ( nonasabah, nama, alamat )
Rekening  ( nonasabah, norek, saldo )
Gambar 2. Sistem database untuk suatu Bank

Perhatikan gambar 2 di atas. Pada sistem ini record-record data disimpan pada satu tempat yakni database dan diantara program aplikasi maupun pemakai terdapat DBMS ( Database Management System ).


Text Box:       Teller6.Konsep Dasar Basis Data

Data adalah Representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, mahasiswa, pembeli), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya yang direkam dalam bentu angka, huruf, symbol,teks, gambar, bunyi atau kombinasinya.

Sistem Basis Data terdiri dari basis data dan DBMS.

DBMS ( Database Management System ) adalah Perangkat Lunak yang menangani semua pengaksesan ke database atau system yang terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.
·         Komponen utama DBMS
Komponen utama DBMS ada 4 macam yaitu:
-Perangkat keras
-Perangkat lunak
-Data
-Pengguna

·         Keuntungan Penggunaan DBMS
Penggunaan DBMS untuk mengelola data mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
-Kebebasan data dan akses yang efisien
-Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
-Integritas dan keamanan data
-Administrasi keseragaman data
-Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak).

·         Level Abstraksi dalam DBMS
Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi , yaitu konseptual, fisik dan eksternal. Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQLuntuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema konseptual eksternal dan fisik disimpan dalam katalog system.


7.Istilah - Istilah Dasar Basis Data

Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti: bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalai basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien

Entitas
Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalai basis data.
Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik
Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas
Contoh: semua nasabah, semua mahasiswa

Atribut ( Elemen Data )
Karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.

Nilai Data ( Data Value )
Isi data / informasi yang tercakup dalai setiap elemen data.
Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina

Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.

Record Data
Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.
Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".


8.Keuntungan Sistem Basis Data

ü  Terkontrolnya kerangkapan data

Dalam basis data hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.

ü  Terpeliharanya keselarasan (ke-konsistenan) data

Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan.

ü  Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan.

ü  Dapat diterapkan standarisasi

Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.

ü  Keamanan data terjamin

DBA dapat memberikan batasan-batasan pengaksesan data, misalnya dengan memberikan password dan pemberian hak akses bagi user (misal : modify, delete, insert, retrieve).

ü  Terpeliharanya integritas data

Jika kerangkapan data dikontrol dan ke konsistenan data dapat dijaga maka data menjadi akurat.

ü  Terpeliharanya keseimbangan (keselarasan) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi
Struktur basis data diatur sedemikian rupa sehingga dapat melayani pengaksesan data dengan cepat.

ü  Data independence (kemandirian data)
Dapat digunakan untuk bermacam-macam program aplikasi tanpa harus merubah format data yang sudah ada.


9.Kelemahan Sistem Basis Data
ü  Memerlukan tenaga spesialis
ü  Kompleks
ü  Memerlukan tempat yang besar
ü  Mahal


10.Pengguna Basis Data

System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada pihak penjual

Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan mengaturnya.

Tugas DBA :
·         Mengontrol DBMS dan software-software
·         Memonitor siapa yang mengakses basis data
·         Mengatur pemakaian basis data
·         Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency

Program Utility yang digunakan oleh DBA  :
·         Loading Routines  
·         Membangun versi utama dari database
·         Reorganization Routines 
·         Mengatur / mengorganisasikan kembali database
·         Journaling Routines 
·         Mencatat semua operasi pemakaian database
·         Recovery Routines 
·         Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan
·         Statistical Analysis Routines 
·         Membantu memonitor kehandalan sistem

Pemakai Akhir
Ada beberapa jenis/tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
Programmer aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML), yang disertakan (embedded) dalai program yang ditulis dalai bahasa pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)

User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS

User Umum (End User/Naïve User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis/disediakan sebelumnya.

User Khusus (Specialized/Sophisticated User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra,dll, yang bisa saja mengakses basis data dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.


KESIMPULAN

Database merupakan komponen dasar dari sebuah system informasi dan pengembangan serta penggunaannya sebaiknya dipandang dari perspektif kebutuhan organisasi yang lebih besar. Oleh karena itu siklus hidup sebuah system informasi organisasi berhubungan dengan siklus hidup system database yang mendukungnya.

Sistem manajemen basisdata adalah perangkat lunak yang mendukung manajemen data dalam jumlah besar. DBMS menyediakan akses data yang efisien, kebebasab data, entegritas data, keamanan, dan pengembangan aplikasi yang cepat. Mendukung akses bersamaan dan perbaikan dari kerusakan.

Pada perangkat lunak seperti Visual FoxPro yang beroperasi pada lingkungan PC, basis data tidak hanya sekedar kumpulan table, view ( table yang bersifat logis, yang merupakan paduan sejumlah medan milik sejumlah table), dan bahkan kode yang disebut prosedur tersimpan.


SUMBER:

Badriyah, Tessi, “Basis Data – Bab 1 : Pendahuluan “, newserver. Eepisits.edu/-tessi/DADBBABI.PDF.

Murni, Aniarti,”Konsep dan Arsitektur Basi Data”,Fakultas Ilmu Komputer,UI, http://www.cs.ui.ac.id/kuliah basisdata//filekuliah/db02-2.PDF.

www.asep-hs.web.ugm.ac.id/.../BASIS%DATA%20DAN%20DBMS/BASIS%20DATA%20DAN%20DBMS.pdf-

en.wikipedia.org/…/Database management system 

 msdn.microsoft.com/en-us/library/ms/78028.aspx